Langsung ke konten utama

Membuat Aplikasi untuk Membuka USB Debug Menggunakan Android Studio


USB Debug diperlukan ketika developer atau pengembang ingin menjadikan HP smartphone sebagai media uji coba aplikasi yang sedang dibuat. Hanya dengan mengaktifkan fitur ini kemudian menyambungkan kabel USB ke pc atau laptop, teman-teman sudah bisa build aplikasi langsung kedalam smartphone teman-teman. Permasalahan yang biasa di hadapi adalah letak menu USB Debug ini yang tidak banyak diketahui. Untuk itu kali ini saya akan berbagi sebuah tutorial membuat sebuah aplikasi untuk membuka USB Debug menggunakan bantuan aplikasi Android Studio.

Langsung saja langkah pertama silahkan buka aplikasi Android Studio teman-teman dan buat project baru dengan nama "USB Debug". Berikut konfigurasi pada project baru yang saya buat :

  • Chose your project : Empty Activity
  • Name : USB Debug
  • Package Name : com.codingrakitan.usbdebug
  • Minimum API Level : API 17

Setelah project baru selesai dibuat sekarang saatnya teman-teman melakukan proses ngoding pada file "MainActivity.java" serta "activity_main.xml".

MainActivity.java



package com.codingrakitan.usbdebug;

import android.annotation.SuppressLint;
import android.content.Intent;
import android.support.v7.app.AppCompatActivity;
import android.os.Bundle;
import android.util.Log;
import android.view.View;
import android.widget.Button;

public class MainActivity extends AppCompatActivity {

    Button open;
    @Override
    protected void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
        super.onCreate(savedInstanceState);
        setContentView(R.layout.activity_main);
        open = findViewById(R.id.open);
        open.setOnClickListener(new View.OnClickListener() {
            @Override
            public void onClick(View v) {
                openUsbDebug();
            }
        });


    }

    @SuppressLint("WrongConstant")
    private void openUsbDebug() {
        Intent intent = new Intent();
        intent.setFlags(536870912);
        try {
            intent.setAction("com.android.settings.APPLICATION_DEVELOPMENT_SETTINGS");
            startActivity(intent);
        }catch (Exception e){
            try {
                intent.setAction("android.settings.APPLICATION_DEVELOPMENT_SETTINGS");
                startActivity(intent);
            }catch (Exception ex){
                try {
                    intent.setAction("Settings.ACTION_APPLICATION_SETTINGS");
                    startActivity(intent);
                }catch (Exception exx){
                    try {
                        intent.setAction("android.provider.settings.APPLICATION_DEVELOPMENT_SETTINGS");
                        startActivity(intent);
                    } catch (Exception i) {
                        Log.d("allfailed", "all failed to launch");
                    }
                }
            }
        }
        finish();
    }
}

activity_main.xml

<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<RelativeLayout xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"
    xmlns:app="http://schemas.android.com/apk/res-auto"
    xmlns:tools="http://schemas.android.com/tools"
    android:layout_width="match_parent"
    android:layout_height="match_parent"
    android:gravity="center"
    tools:context=".MainActivity">

    <Button
        android:id="@+id/open"
        android:background="@color/colorPrimary"
        android:layout_width="wrap_content"
        android:layout_height="wrap_content"
        android:text="Open USB Debug"
        android:padding="20dp"
        android:textColor="@android:color/white"/>
</RelativeLayout>

Copi dan pastekan kode diatas didalam file project teman-teman. Setelah itu silahkan run menggunakan emulator dengan minimum api 17 atau android versi 4.2. Silahkan lihat hasilnya, selamat mencoba.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Panduan Rinci Cara Membuat Website

Website adalah suatu kumpulan halaman berbentuk digital yang dapat diakses menggunakan perangkat lunak yang disebut Browser, dengan bantuan jaringan Internet. Penjelasan mengenai apa itu website telah dijelaskan sebelumnya di dalam postingan : Mengenal Apa Itu Web dan Hal yang Perlu di Perhatikan dalam Membangun Web . Didalam postingan tersebut sudah dijelaskan apa saja yang perlu diperhatikan dalam pembuatan web atau website. Selanjutnya pada postingan ini akan dijelaskan secara rinci bagaimana cara membuat sebuah website. Sebelum membuat sebuah website anda harus memutuskan terlebih dahulu akan membuat website seperti apa. Jika anda sudah menentukan tema web anda sekarang anda perlu menentukan aplikasi apa yang ingin anda gunakan. Apakah anda akan membuatnya secara native, menggunakan framework, atau menggunakan CMS. Pada postingan ini yang dijelaskan adalah langkah-langkah membuat sebuah website baik secara native, framework, ataupun menggunkan CMS. Silahkan anda simak langkah demi ...

Mengenal Sejarah Bahasa Pemrograman C++

C++ merupakan bahasa pemrograman tingkat menengah yang banyak dijadikan sebagai dasar pembelajaran dalam dunia pemrograman. Bahasa ini bisa dibilang mudah dipelajari sebab sudah menggunakan bahasa yang mirip dengan bahasa manusia dibandingkan dengan bahasa Assemble yang merupakan bahasa tingkat rendah. Salah satu keunggulan dari bahasa ini adalah kecepatannya dalam melakukan kompilasi kedalam bahasa mesin, selain itu bahasa c++ banyak dijadikan sebagai acuan untuk bahasa-bahasa pemrograman baru. Sejarah Awal Pembuatan Bahasa Pemrograman C++ Bahasa C++ dibuat oleh Bjarne Stroustrup yaitu seorang ilmuwan komputer dan profesor di bidang ilmu komputer di Texas A&M University. Profesor yang berasal dari Denmark ini dulunya tergabung dalam Computer Research Institute of Cambridge University dimana dia menghabiskan hari-harinya mengabdikan diri untuk meneliti perangkat lunak yang berjalan pada sistem terdistribusi. Sistem terdistribusi merupakan sistem dimana banyak komputer yang terhubu...

Mengenal Apa itu Android Studio

Android Studio merupakan tools IDE ( Integrated Development Environment ) yang digunakan untuk membuat aplikasi android. Fungsi utamanya adalah sebagai editor yang menyediakan berbagai kebutuhan dalam membangun aplikasi android seperti widget, library, dll. Android Studio versi terbaru telah mendukung 2 bahasa pemrograman yaitu Java dan Kotlin. Sebelumnya hanya mendukung bahasa Java. Android Studio hadir sebagai pengganti Eclipse ADT ( Android Development Tools ) yaitu tools utama sebelumnya. Tools Android Studio ini dibangun di atas aplikasi yang sudah populer sebagai editor programer yaitu JetBrains IntelliJ IDE. Selain itu Android Studio di lengkapi dengan Emulator sendiri. Sama halnya seperti Eclipse, Android Studio juga memerlukan SDK ( Software Development Kit ) untuk membangun aplikasi android. Bedanya Android Studio didukung penuh oleh Google sebagai pengembangnya serta menggunakan grandle dalam melakukan build. Baca juga : Perbedaan Membuat Aplikasi Android Menggunakan Ecli...