Langsung ke konten utama

Cara Membuat Aplikasi Kamera dengan Android Studio


Pada postingan Cara Membuat Aplikasi Kamera dengan Android Studio ini kita akan membuat aplikasi yang nantinya dapat mengakses perangkat keras android yaitu kamera. Hasil dari aplikasi yang dibuat nantinya akan tampak seperti gambar di bawah.



Aplikasi kamera yang akan dibuat akan sangat sederhana. Hanya akan menampilkan tampilan kamera, dan belum bisa melakukan jepretan gambar. Fungsi jepretan gambar akan di tambahkan pada postingan selanjutnya.

Buat terlebih dahulu project baru dengan format seperti dibawah.



Baca : Cara Membuat Project Baru di Android Studio

Langsung saja untuk membuat aplikasi kamera silahkan ikuti langkah-langkah di bawah ini:

Langkah 1 : Tambah izin menggunakan camera di AndroidManifest.xml

...
<uses-permission android:name="android.permission.CAMERA"/>
...
Langkah 2 : Edit activity_main.xml seperti berikut.
 
<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<FrameLayout xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"
xmlns:app="http://schemas.android.com/apk/res-auto"
xmlns:tools="http://schemas.android.com/tools"
android:id="@+id/fr_kamera"
android:layout_width="match_parent"
android:layout_height="match_parent"
tools:context=".MainActivity" />

Langkah 3 : Edit class MainActivity seperti berikut.

 
public class MainActivity extends AppCompatActivity {

private FrameLayout fr_kamera;
private SurfaceView sv;
private SurfaceHolder sh;
private Camera cm;
@Override
protected void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
super.onCreate(savedInstanceState);
setContentView(R.layout.activity_main);



fr_kamera = findViewById(R.id.fr_kamera);
sv = new SurfaceView(this);
sh = sv.getHolder();
sh.addCallback(new SurfaceHolderCallback());
fr_kamera.addView(sv);
}

private class SurfaceHolderCallback implements SurfaceHolder.Callback {
@Override
public void surfaceCreated(SurfaceHolder holder) {
cm = Camera.open();
Camera.Parameters parameters = cm.getParameters();
List<Camera.Size> ss = parameters.getSupportedPreviewSizes();
Camera.Size pictSize = ss.get(0);
parameters.setPictureSize(pictSize.width, pictSize.height);
cm.setParameters(parameters);
}

@Override
public void surfaceChanged(SurfaceHolder holder, int format, int width, int height) {
try {
cm.setDisplayOrientation(90);
cm.setPreviewDisplay(sv.getHolder());
Camera.Parameters parameters = cm.getParameters();
List<Camera.Size> previewSize = cm.getParameters().getSupportedPreviewSizes();
Camera.Size pre = previewSize.get(0);
parameters.setPreviewSize(pre.width, pre.height);

ViewGroup.LayoutParams lp = new FrameLayout.LayoutParams(
ViewGroup.LayoutParams.FILL_PARENT,
ViewGroup.LayoutParams.FILL_PARENT);

sv.setLayoutParams(lp);
cm.setParameters(parameters);
cm.startPreview();
}catch (Exception e){}

}

@Override
public void surfaceDestroyed(SurfaceHolder holder) {
cm.stopPreview();
cm.release();
}
}
}


Jika camera anda orientasinya tidak sesuai dengan yang diharapkan silahkan rubah pada bagian cm.setDisplayOrientation(90); anda bisa menggantinya misalnya 0, 90, 180. Pada bagian tersebut jika tidak sesuai bisa jadi hp anda tegakkan ke atas, tetapi gambar yang tampil malah memanjang ke samping.

Selanjutka kita akan membuat tombol untuk menangkap tangkapan kamera, lanjut di postingan Cara Membuat Aplikasi Kamera Bagian Kedua - Capture Image.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Panduan Rinci Cara Membuat Website

Website adalah suatu kumpulan halaman berbentuk digital yang dapat diakses menggunakan perangkat lunak yang disebut Browser, dengan bantuan jaringan Internet. Penjelasan mengenai apa itu website telah dijelaskan sebelumnya di dalam postingan : Mengenal Apa Itu Web dan Hal yang Perlu di Perhatikan dalam Membangun Web . Didalam postingan tersebut sudah dijelaskan apa saja yang perlu diperhatikan dalam pembuatan web atau website. Selanjutnya pada postingan ini akan dijelaskan secara rinci bagaimana cara membuat sebuah website. Sebelum membuat sebuah website anda harus memutuskan terlebih dahulu akan membuat website seperti apa. Jika anda sudah menentukan tema web anda sekarang anda perlu menentukan aplikasi apa yang ingin anda gunakan. Apakah anda akan membuatnya secara native, menggunakan framework, atau menggunakan CMS. Pada postingan ini yang dijelaskan adalah langkah-langkah membuat sebuah website baik secara native, framework, ataupun menggunkan CMS. Silahkan anda simak langkah demi ...

Mengenal Sejarah Bahasa Pemrograman C++

C++ merupakan bahasa pemrograman tingkat menengah yang banyak dijadikan sebagai dasar pembelajaran dalam dunia pemrograman. Bahasa ini bisa dibilang mudah dipelajari sebab sudah menggunakan bahasa yang mirip dengan bahasa manusia dibandingkan dengan bahasa Assemble yang merupakan bahasa tingkat rendah. Salah satu keunggulan dari bahasa ini adalah kecepatannya dalam melakukan kompilasi kedalam bahasa mesin, selain itu bahasa c++ banyak dijadikan sebagai acuan untuk bahasa-bahasa pemrograman baru. Sejarah Awal Pembuatan Bahasa Pemrograman C++ Bahasa C++ dibuat oleh Bjarne Stroustrup yaitu seorang ilmuwan komputer dan profesor di bidang ilmu komputer di Texas A&M University. Profesor yang berasal dari Denmark ini dulunya tergabung dalam Computer Research Institute of Cambridge University dimana dia menghabiskan hari-harinya mengabdikan diri untuk meneliti perangkat lunak yang berjalan pada sistem terdistribusi. Sistem terdistribusi merupakan sistem dimana banyak komputer yang terhubu...

Mengenal Apa itu Android Studio

Android Studio merupakan tools IDE ( Integrated Development Environment ) yang digunakan untuk membuat aplikasi android. Fungsi utamanya adalah sebagai editor yang menyediakan berbagai kebutuhan dalam membangun aplikasi android seperti widget, library, dll. Android Studio versi terbaru telah mendukung 2 bahasa pemrograman yaitu Java dan Kotlin. Sebelumnya hanya mendukung bahasa Java. Android Studio hadir sebagai pengganti Eclipse ADT ( Android Development Tools ) yaitu tools utama sebelumnya. Tools Android Studio ini dibangun di atas aplikasi yang sudah populer sebagai editor programer yaitu JetBrains IntelliJ IDE. Selain itu Android Studio di lengkapi dengan Emulator sendiri. Sama halnya seperti Eclipse, Android Studio juga memerlukan SDK ( Software Development Kit ) untuk membangun aplikasi android. Bedanya Android Studio didukung penuh oleh Google sebagai pengembangnya serta menggunakan grandle dalam melakukan build. Baca juga : Perbedaan Membuat Aplikasi Android Menggunakan Ecli...